Apa itu Augmented Reality?
Augmented Reality atau biasa yang disebut dengan AR adalah teknologi yang memperluas dunia fisik kita dengan menambahkan lapisan informasi digital ke dalamnya. Tidak seperti Virtual Reality (VR), AR tidak menciptakan seluruh lingkungan buatan untuk menggantikan yang asli dengan yang virtual.
AR muncul di layar secara langsung dengan lingkungan yang ada dan menambahkan suara, video, grafik ke dalamnya. Pandangan kita terhadap lingkungan dunia nyata dengan gambar yang dihasilkan komputer akan mengubah persepsi realitas, itulah yang disebut dengan Augmented Reality. Sebagai contoh, film Iron Man termasuk ke dalam AR dan film The Matrix termasuk ke dalam VR.
Istilah itu sendiri diciptakan pada tahun 1990, dan salah satu penggunaan komersial pertama adalah di televisi dan militer. Dengan munculnya internet dan smartphone, AR meluncurkan fitur baru dan sekarang sebagian besar berkaitan dengan konsep interaktif. Model 3D diproyeksikan secara langsung ke hal-hal fisik atau menyatu bersama dengan digital dalam waktu nyata. Berbagai aplikasi Augmented Reality mempengaruhi kebiasaan kita, seperti kehidupan sosial, dan industri hiburan. Pada era industri 4.0 saat ini, contoh aplikasi AR yang biasa kita gunakan untuk 'penanda' khusus adalah dengan bantuan GPS di ponsel untuk menentukan lokasi. Augmentasi terjadi secara real-time dan dalam konteks lingkungan, misalnya, menandakan suatu tempat menggunakan aplikasi Google Maps.
Berikut ada 4 jenis Augmented Reality saat ini, yaitu
- Markerless AR,
- Marker-based AR,
- Projection-based AR, dan
- Superimposition-based AR.
Bagaimana Augmented Reality Bekerja?
Bagaimana cara kerja AR? AR memiliki data seperti gambar, animasi, video, dan model 3D yang dapat ditampilkan dan pengguna akan melihat hasilnya secara langsung melalui layar ponsel. AR dapat ditampilkan di berbagai perangkat seperti layar, kacamata, handheld, ponsel, head-up display(HUD). Ini melibatkan teknologi seperti SLAM (Simultaneous Localization and Mapping), depth tracking(sebagai data pengguna menghitung jarak ke objek), dan komponen lainnya seperti berikut:
- Cameras and sensors. Mengumpulkan data tentang interaksi pengguna dan mengirimkannya untuk diproses. Kamera pada perangkat akan memindai lingkungan dan perangkat menemukan objek fisik yang menghasilkan model 3D. Setiap perangkat mempunyai kamera khusus, seperti Microsoft Hololens, atau kamera smartphone untuk mengambil gambar/video.
- Processing. Perangkat AR pada akhirnya harus bertindak seperti komputer kecil, sama seperti smartphone modern saat ini. Dengan cara yang sama, mereka memerlukan CPU, GPU, flash memory, RAM, Bluetooth/WiFi, GPS, dll. Gunanya untuk mengukur kecepatan, sudut, arah, orientasi dalam ruang, dan sebagainya.
- Projection. Ini merujuk pada proyektor mini pada headset AR, yang mengambil data dari sensor dan memproyeksikan menjadi konten digital (hasil pemrosesan) ke lingkungan untuk dilihat. Bahkan, penggunaan proyeksi di AR belum sepenuhnya ditemukan untuk digunakan dalam produk atau layanan komersial.
- Reflection. Beberapa perangkat AR memiliki cermin untuk membantu mata manusia melihat gambar virtual. Beberapa memiliki "cermin kecil yang melengkung" dan beberapa memiliki cermin dua sisi untuk memantulkan cahaya ke kamera dan mata pengguna. Tujuan dari jalur refleksi tersebut adalah untuk melakukan penyelarasan gambar yang tepat.
nah....! next ada SDK apa itu SDK....?
Software Development Kit (SDK)
Kita sudah belajar tentang Augmented Reality, bagaimana cara kerjanya, perangkat apa saja yang AR gunakan, serta untuk apa dan siapa perangkat tersebut. Selanjutnya, kita akan mengenal berbagai teknologi AR nih.
Sebelum kita bahas lebih jauh apa itu teknologi AR, ada baiknya kita kenali dulu sebuah kit yang biasa digunakan dalam pengembangan aplikasi. Jadi, apa itu SDK atau yang biasa disebut Software Development Kit? SDK adalah seperangkat alat pengembangan perangkat lunak. Sebuah aplikasi memiliki package perangkat lunak tertentu, seperti kerangka kerja perangkat lunak alias framework, platform perangkat keras, sistem komputer, konsol video gim, sistem operasi, atau platformpengembangan serupa. Untuk memperkaya aplikasi dengan fungsionalitas yang canggih, sebagian besar pengembang aplikasi menerapkan kit ini dalam pengembangan perangkat lunak tertentu. Beberapa SDK sangat penting untuk dikembangkan pada sebuah aplikasi yang memiliki platformkhusus. Misalnya, pengembangan aplikasi Android pada platform Java memerlukan Java Development Kit (JDK), aplikasi iOS menggunakan iOS SDK, dan Universal Windows Platformmenggunakan .NET Framework SDK. Bagaimana dengan Augmented Reality?
Augmented Reality SDK
Nah, sudah dijelaskan sedikit tentang Software Development Kit (SDK). Kalau Augmented Reality atau AR SDK itu, apa sih?
AR SDK adalah teknologi yang mendukung pengembangan dan pembuatan aplikasi serta pengalaman baru. Peran AR SDK ini untuk melakukan tugas yang tidak mudah, yaitu menggabungkan konten dan informasi digital dengan dunia nyata. AR SDK bertanggung jawab atas banyak komponen aplikasi yang saat ini tersedia, termasuk rendering konten, pelacakan AR, dan pengenalan scene. Render konten berkaitan dengan informasi digital dan objek 3D yang dapat ditampilkan ke dunia nyata (di atas marker), dan pelacakan melalui “kamera”. Setiap AR SDK akan dilengkapi dengan properti yang memungkinkan pengembang AR untuk mengenali, membuat, dan melacak aplikasi dengan cara yang paling optimal.
Beberapa AR SDK yang akan dijelaskan pada modul ini adalah sebagai berikut
1. ARCore,
2. ARKit,
3. Vuforia,
4. ARToolkit,
5. AR Foundation,
6. Wikitude,
7. 8thWall,
8. Spark AR, dan
9. Lens Studio.
Sekian itu saja yang bisa saya share untuk kalian yang ingin mengetahui tentang Augmented reality atau biasa dikenal dalam dunia game VR (Virtual Reality)
